Analisis Komparatif Konfigurasi Standar, Stroke Up, dan Kombinasi Stroke Up–Bore Up terhadap Torsi, Daya, dan Waktu Tempuh Sepeda Motor Matic 125 cc

Authors

  • Noorsakti Wahyudi Politeknik Negeri Madiun
  • Deni Nur Fauzi Politeknik Negeri Madiun
  • Faadihillah Edria Pratama Politeknik Negeri Madiun
  • Aang Salisul Huda Politeknik Negeri Madiun

Abstract

Peningkatan kapasitas mesin melalui perubahan bore dan stroke merupakan pendekatan yang umum digunakan untuk meningkatkan performa sepeda motor, namun karakteristik peningkatan pada motor matic dengan transmisi CVT perlu dibandingkan secara terukur. Penelitian ini menganalisis tiga konfigurasi Honda Vario 125, yaitu mesin standar, modifikasi stroke up, dan kombinasi stroke up–bore up. Stroke dinaikkan dari 57,9 mm menjadi 62,9 mm, sedangkan konfigurasi kombinasi menggunakan piston bore up berdiameter sekitar 63 mm. Pengujian dilakukan menggunakan dynotest pada variasi putaran awal 2.000, 3.000, 4.000, dan 5.000 rpm serta pengujian waktu tempuh lintasan 201 m, masing-masing dengan lima pengulangan. Pada 2.000 rpm, torsi rata-rata meningkat dari 21,51 Nm menjadi 25,78 Nm dan 31,18 Nm, sedangkan daya meningkat dari 11,30 HP menjadi 16,10 HP dan 18,08 HP. Rata-rata waktu tempuh 201 m turun dari 13,48 s menjadi 10,89 s dan 10,20 s. Hasil menunjukkan bahwa stroke up meningkatkan performa dibandingkan kondisi standar, sedangkan kombinasi stroke up–bore up menghasilkan torsi dan daya lebih tinggi serta waktu tempuh paling singkat pada konfigurasi pengujian ini.

References

[1] M. P. Milano, A. Noor Setyo H.D., dan W. Arnandi, “Pengaruh bore up dan stroke up terhadap daya mesin sepeda motor 4 tak,” RIDTEM (Riset Diploma Teknik Mesin), vol. 2, no. 2, 2019. [Online]. Tersedia: https://jom.untidar.ac.id/index.php/ridtem/article/view/660.

[2] L. W. Damayanti dan A. Septiyanto, “The effect of stroke up and bore up on the performance of Honda Verza motorcycle,” JIM: Jurnal Inovasi Mesin, vol. 6, no. 1, hlm. 44–49, 2024. doi: 10.15294/jim.v6i1.11178.

[3] Ariyanto, N. A. Mufarida, dan Kosjoko, “Pengaruh unjuk kerja (stroke up) terhadap performa mesin pada motor 4 langkah yang menggunakan variasi (crankshaft CG200),” J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin, vol. 2, no. 2, hlm. 1–8, 2018. doi: 10.32528/jp.v2i2.2223.

[4] P. N. A. Nugroho dan E. P. Setyayudha, “Evaluasi karakteristik unjuk kerja dan emisi akibat peningkatan volume silinder pada mesin empat langkah dengan bore up dan stroke up,” Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur, vol. 3, no. 1, hlm. 7–12, 2016. doi: 10.21009/JKEM.3.1.2.

[5] S. Cho et al., “Effects of bore-to-stroke ratio on the efficiency and knock characteristics in a single-cylinder GDI engine,” SAE Technical Paper, no. 2019-01-1138, 2019. doi: 10.4271/2019-01-1138.

[6] Widiyatmoko, A. Ishartanto, M. E. Anitasari, M. Al Hakim, dan K. Mu’allif, “Effect of changing primary fixed sheave angle and roller weight on torque, power, top speed, and acceleration on matic motorcycles,” Jurnal E-Komtek (Elektronika-Komputer-Teknik), vol. 6, no. 2, hlm. 327–336, 2022. doi: 10.37339/e-komtek.v6i2.1060.

Published

2026-05-29

How to Cite

Noorsakti Wahyudi, Deni Nur Fauzi, Faadihillah Edria Pratama, & Aang Salisul Huda. (2026). Analisis Komparatif Konfigurasi Standar, Stroke Up, dan Kombinasi Stroke Up–Bore Up terhadap Torsi, Daya, dan Waktu Tempuh Sepeda Motor Matic 125 cc. JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering), 11(1), 31–36. Retrieved from https://srv1562399.hstgr.cloud/index.php/jeecae/article/view/1216

Issue

Section

Articles